Bangga Berkain Ulos Berkat Chatha Ulos

Bangga Berkain Ulos Berkat Chatha Ulos

Ulos adalah kain yang biasanya berbentuk selendang panjang, yang dibuat menggunakan teknik tenun dan berasal dari Batak, Sumatera Utara. Ulos sendiri dari bahasa asalnya berarti “kain”. Secara harfiah ulos sendiri berfungsi sebagai selimut yang membantu menghangatkan tubuh. Suku Batak adalah suku yang mendiami dataran tinggi di Sumatera Utara. Maka tak heran Ulos menjadi kain yang dipakai sehari-hari hingga upacara adat.

Jenis kain ulos bermacam-macam, ada Ulos Ragi Hotang, Ulos Sadum, Ulos Mangiring, Ulos Ragidup dan masih banyak lagi. Masing-masing jenis Ulos tersebut memiliki makna dan fungsi masing-masing, serta digunakan di momen yang berbeda-beda.

Dulu, saya pernah mendapat ulos dari seorang HRD Manager di kantor tempat saya magang setelah lulus kuliah. Beliau memang sudah seperti ibu bagi saya, si anak rantau yang paling mungil di kantor. Namun akhirnya Ulos itu hanya tersimpan rapi di lemari. Saya tidak tahu untuk apa dan bagaimana memakainya. Yang saya tahu hanyalah ulos adalah kain yang berharga sama seperti batik. Jadi yang bisa saya lakukan hanyalah merawat baik-baik dan menyimpannya dengan rapi.

Beruntung kemarin saya bisa bertemu dan makan siang dengan mbak Martha Simanjuntak, atau akrab disapa Mbak Atha. Kalau ada yang belum kenal dengan Martha Simanjuntak, beliau adalah founder atau pendiri IWITA (Indonesia Women IT Awareness). Kiprahnya di IWITA telah terbukti melalui penyebara  tentang teknologi informasi, pembelajaran dan penerapan teknologi bagi kaum wanita. Kini wanita pun banyak yang sudah melek teknologi.

 

Rupanya perjuangan Mbak Atha tidak berhenti sampai di sini. Kini ia mulai berjuang untuk membawa kain Ulos kebanggaannya untuk lebih dikenal masyarakat muda lintas suku bahkan negara. Sebagai salah satu putri Batak, Mbak Atha ingin Ulos dikenal bukan hanya sebagai sebuah kain, tetapi ulos juga sebagai simbol pengikat kasih sayang antar sesama, sebagaimana filosofi yang ia pegang erat

Ijuk pangihot ni hodong, Ulos Pangihot ni holong.

Yang artinya, Jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka ulos adalah pengikat kasih sayang antar sesama.

Berawal dari obsesi dan passionnya inilah, akhirnya Martha Simanjuntak mendirikan Chatha Ulos.

Tentang Chatha Ulos

Chatha Ulos atau Chathaulos adalah sebuah line fashion terkini yang didirikan oleh Martha Simanjutak yang menggunakan Ulos sebagai ciri khas bahannya. Melalui tangan-tangan terampil pengrajin yang dibina oleh mbak Martha sendiri, Ulos bertransformasi menjadi baju-baju modern tanpa meninggalkan nilai filosofisnya.

Martha Simanjuntak tetap memegang teguh nilai filosofis Ulos yang dikenakan dari atas tanpa terpotong. Meski tetap berpegang pada prinsip-prinsip nilai budaya, Ulos di tangan Martha Simanjuntak bisa berpadu cantik menjadi busana modern yang cocok dikenakan segala usia.

Agar tidak merusak makna Ulos, Martha Simanjuntak juga berhati-hati dalam melakukan pemilihan jenis kain Ulos. Chatha Ulos menggunakan tiga jenis motif kain Ulos, yakni Sadum, Mangiring dan Ragi Hotang.

Ulos Sadum

Ulos Sadum biasanya memiliki warna dasar merah dan identik dengan corak bunga. Ulos sadum sering dimaknai sebagai simbol suka cita. Pemberian Ulos Sadum biasanya disimbolkan sebagai pemberian motifasi dan penyemangat bagi keluarga.

Ulos Mangiring

Ulos ini disebut Mangiring karena memiliki motif garis yang beriringan. Ulos Mangiring biasanya diberikan oleh orang tua atau nenek dari Suku Batak kepada anak perempuannya yang melahirkan. Ulos Mangiring ini sebagai simbol rezeki yang terus beriringan dan wujud doa orang tua untuk keselamatan dan kesehatan keluarga.

Ulos Ragi Hotang

Ulos Ragi Hotang adalah Ulos simbol doa restu atau persetujuan. Ulos jenis ini biasanya dikenakan atau diberikan di pesta-pesta pernikahan. Ulos Ragi Hotang adalah salah satu ulos yang memiliki corak anggun dan berkelas tinggi. Tak heran kalau Ulos ini termasuk memiliki harga yang mahal.

Chatha Ulos yang sudah berdiri sebelumnya aktif mengenalkan produknya di media sosial. Kini demi mendekati pelanggan setianya, Chatha Ulos membuka gerai pertamanya. Gerai pertama dibuka di Surabaya bukan tanpa alasan. Menurut mbak Atha, pelanggan Chatha Ulos paling banyak justru berasal dari Surabaya.

Hari Kamis, 19 September 2019 bertepatan dengan ulang tahun pernikahan beliau ke 20, butik Chatha Ulos pertama resmi dibuka Surabaya, bertempat di

Bussines Area – Apartemen Taman Melati
Jl. Mulyorejo, Surabaya

Nama Chatha sendiri diambil dari nama Charles dan Martha. Dengan nama tersebut, mbak Martha ingin membangun bisnisnya seperti ia membangun rumah tangga. Ada sakinah dan kesetiaan serta dedikasi tinggi di dalamnya.

Bagi pelanggan Chatha Ulos di Surabaya dan sekitarnya bisa mampir ke gerai atau butiknya langsung untuk dapat melihat koleksi terbarunya. Penasaran juga dengan tampilan dan jenis kain yang ada di koleksi Chatha Ulos, bisa juga mampir ke butiknya. Untuk kelas Ulos yang biasanya terbilang mahal, Chatha Ulos mematok tarif rata-rata atau bahkan terbilang murah, agar terjangkau oleh kaum muda milenial.

Koleksi Chatha Ulos bukan hanya terbatas pada busana perempuan saja, tetapi juga ada koleksi kemeja untuk laki-laki. Perpaduan busana perempuannya pun terbilang unik. Mulai dari cocktail dress hingga berpadu anggun dengan kebaya, tidak mustahil dilakukan. Intip saja warna-warna cerianya di

Instagram:  @chatha_ulos.

Dengan hadirnya Chatha Ulos, makin bangga memakai kain khas kekayaan Indonesia.

 

 

Sumber : https://www.kirakara.com/bangga-berkain-ulos-berkat-chatha-ulos/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Live Chat